Bojakrama Semarakkan Ulang Tahun Ngarso Dalem ke-75

Infoseni.id – Pameran Temporer Bojakrama: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta resmi dibuka oleh GKR Bendara pada Jumat (02/04) siang di Kompleks Kedhaton Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Pameran Temporer Bojakrama: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta menggelar koleksi peralatan makan dan minum yang biasa digunakan saat jamuan kenegaraan Kraton Jogja. Koleksi tersebut merupakan koleksi Kraton Jogja sejak era Sri Sultan Hamengku Buwono I hingga Sri Sultan Hamengku Buwono X.

GKR Bendara dalam jumpa pers Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta

“Bertepatan dengan ulang tahun Ngarso Dalem yang ke-75 tahun, kami membuka Pameran Bojakrama sebagai rangkaian dari Tingalan Jumenengan Dalem,” tutur GKR Bendara saat ditemui media di Kompleks Kedhaton.

Memasuki Kompleks Kedhaton Kraton Jogja, pengunjung disambut dengan galeri foto para petani di sejumlah daerah, antara lain Kedu, Bagelen, Semarang, Grobogan dan Pacitan. Wilayah tersebut merupakan daerah penghasil pertanian bagi ibukota kerajaan di Kedhaton Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Sejumlah bahan baku dapur Kraton Jogja seperti lada, teh dan kopi juga disuplai dari Pacitan, kebun teh di Kedu, dan kebun kopi di Kembangarum.

Fajar Widjanarko, Kurator Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta

 

Sejumlah infomasi mengenai pasar-pasar tradisional yang berkembang di Yogyakarta pada abad ke-17 hingga abad ke-19 juga ditampilkan. Dua diantaranya adalah Pasar Beringharjo dan Pasar Kotagede.

Fajar Widjanarko, kurator sekaligus pemandu tim media, menjelaskan bahwa Pasar Beringharjo menjadi tempat jual beli rujukan warga Yogyakarta pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Seiring waktu, Pasar Beringharjo direnovasi dengan beton pada tahun 1923. Hal ini tercatat di era Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Sedangkan Pasar Kotagede menjadi pusat kerajinan perak yang memasok perangkat minum teh putra mahkota, serta perangkat jamuan kenegaraan.

Fajar Widjanarko, Kurator Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta

Fajar juga menjelaskan bahwa beragam dapur yang menyediakan jamuan tertentu di Kedhaton Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dua diantaranya adalah Pawon Sekulanggen dan Pawon Gebulen.

Pawon Sekulanggen atau dapur nasi campur, bertugas meneyediakan bungkusan nasi tempelangan bagi para abdi dalem yang bertugas, serta menyiapkan hidangan sesaji untuk upacara Kraton Jogja. Sedangkan Pawon Gebulen bertugas menyiapkan satu set dhahar kebuli bagi kerabat Keraton.

Pusat dari Pameran Temporer Bojakrama: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta adalah 60 set koleksi peralatan makan dan minum yang terbuat dari perak, porselen dan kristal milik Kraton Jogja.

Dijelaskan bahwa setiap anggota keluarga Keraton memiliki perangkat minum teh tersendiri. Perangkat minum teh tersebut dibedakan berdasarkan kedudukan, yang bisa dilihat dari warna dan desain cangkir. Sebagian koleksi berasal dari mancanegara, salah satunya adalah Berkefeld Filter dari Inggris.

Fajar Widjanarko, Kurator Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta


Tak hanya memamerkan koleksi peralatan makan dan minum, Pameran Temporer Bojakrama: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta juga menampilkan ilustrasi jamuan kenegaraan.

Susunan tempat duduk pun diatur berdasarkan jabatan. Semakin tinggi jabatan, maka semakin dekat letak tempat duduknya dengan Ngarso Dalem. Permaisuri dan para selir Keraton pun menyajikan hidangan masing-masing kepada Ngarso Dalem. Ketika jamuan selesai, hidangan tersebut dibagikan pada para pangeran secara adil.

Fajar Widjanarko, Kurator Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta


Pameran Temporer Bojakrama: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta merupakan salah satu rangkaian Tingalan Jumenengan Dalem. Selain pameran, terdapat Sudut Kurator yang membahas koleksi perlengkapan alat makan dan minum Kraton Jogja secara daring melalui Zoom.

Tak hanya kuratorial, tersedia Virtual Tour ke tempat-tempat perjamuan di Kraton Jogja. Seakan tak cukup, ada Workshop Minum Teh, di mana peserta akan dikirimkan teh lalu berinteraksi lewat zoom meeting.

Sebagai penutup, akan disiarkan Musikan Mandalasana secara langsung di kanal YouTube Kraton Jogja. Musikan Mandalasana dipentaskan bertepatan dengan Hari Teh Internasional pada tanggal 21 Mei 2021.

Pameran Temporer Bojakrama: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta berlangsung mulai tanggal 2 April 2021 hingga 27 Juni 2021.

Selama bulan Ramadan, kunjungan dibatasi pada hari Jumat-Minggu pukul 11.00 WIB-17.00 WIB. Sedangkan pada hari biasa pameran dibuka pada hari Selasa-Minggu pukul 08.00 WIB-14.00 WIB.

Dengan membeli tiket seharga Rp 20.000,- pengunjung dapat berkeliling Kompleks Kedhaton Kraton Jogja, tentu dengan mengindahkan protokol kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *