Film “Departures”, Tradisi Pemberangkatan Terakhir Dalam Budaya Jepang

infoseni.id“The cremator is a gatekeeper and the encoffiners are guides”.

Selo adalah hidup Daigo Kobayashi. Memainkannya sejak kecil dan menjadikannya sebagai alat pencari nafkah. Bahkan, saat membeli selo baru dengan harga yang sangat mahal, dia tidak jujur kepada istrinya. Kena getahnya, tidak lama dari itu, kelompok orkestra tempat Daigo bergabung dibubarkan karena sepi peminat. Bagaimana dia mendapatkan uang setelah ini?

Dalam keadaan terdesak, Daigo menjual kembali selonya dan mengajak sang istri untuk kembali ke rumah orang tua Daigo di Yamagata. Hidup harus tetap berlanjut. Daigo menemukan sebuah lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang “perjalanan” dengan gaji yang terbilang bagus. Namanya adalah NK Agent.

Film "Okuribito", Pergulatan Diri Seorang Noukanshi (Perias Jenazah) dalam Budaya Jepang
Film “Okuribito”, Pergulatan Diri Seorang Noukanshi (Perias Jenazah) dalam Budaya Jepang

Tanpa berpikir panjang, Daigo langsung menuju perusahaan tersebut dan bertemu dengan pemiliknya, Ikuei Sasaki. Dalam sesi wawancara, Daigo hanya ditanya, “Apakah kamu orang yang bekerja keras?”

Pastinya, Daigo menjawab, “Ya, saya adalah orang yang bekerja keras.”

Daigo langsung diterima di perusahaan tersebut. Perusahaan seperti apakah ini yang serta-merta menerima orang baru dan langsung dijadikan sebagai karyawan tetap?

NK Agent adalah kepanjangan dari kata noukan yang berarti ‘memasukkan ke dalam peti’ dan Daigo akan dipekerjakan sebagai noukanshi, yaitu ‘perias jenazah’. Dalam budaya Jepang yang digambarkan di film “Departures” ini, segala sesuatu yang berhubungan dengan subjek kematian itu dianggap tidak suci karena diduga menjadi sumber kegare (kotoran).

Fakta inilah yang membuat Daigo bimbang: menerima pekerjaan itu atau menolaknya. Namun, Sasaki langsung memberikan 20.000 yen sebagai ‘tanda jadi’ dan janji gaji sebesar 500.000 yen tiap bulannya. Daigo tidak punya pilihan lagi, dia menerima pekerjaan sebagai noukanshi dan merahasiakannya dari sang istri tentang pekerjaan itu.

Dalam perjalanan Daigo belajar menjadi seorang noukanshi, Sasaki langsung menjadi mentornya. Ada sepuluh upacara noukan yang digambarkan dalam film ini.

Mulai dari Daigo harus melakukan upacara noukan kepada jenazah seorang renta yang sudah membusuk, hingga melakukan upacara noukan terhadap orang-orang terdekatnya, termasuk ayahnya sendiri. Mulai dari Daigo yang hanya bertindak sebagai asisten Sasaki, hingga Daigo menjadi noukanshi utama.

Film "Okuribito", Pergulatan Diri Seorang Noukanshi (Perias Jenazah) dalam Budaya Jepang
Film “Okuribito”, Pergulatan Diri Seorang Noukanshi (Perias Jenazah) dalam Budaya Jepang

Departures menyiratkan pesan tentang rasa kemanusiaan yang hilang dan segala hal berkaitan dengan kematian bukanlah hal yang tabu. Pesan ini tercermin dari konflik yang dialami oleh tokoh utama: istrinya sempat menentang pekerjaan Daigo lalu meninggalkannya untuk beberapa waktu, serta sahabatnya pun menjauhinya. Bagi mereka, pekerjaan sebagai noukanshi adalah pekerjaan yang tidak umum dan kotor. Namun, Daigo tetap melakukan pekerjaan itu.

Bagi Daigo, “Mengapa harus malu karena menyentuh mayat? Semua orang akan mati, aku akan mati, kamu akan mati dan kematian adalah sesuatu yang umum.”

Melalui Departures, penonton memperoleh pengetahuan serta pentingnya upacara noukan di Jepang. Noukan tidak hanya sekadar upacara memasukkan jenazah pada peti saja, tetapi juga cara seorang noukanshi memperlakukan jenazah dengan halus, membawa martabatnya dalam kematian, dan menghibur keluarga yang sedang berkabung. Begitu pula yang dilakukan oleh Daigo dan Sasaki.

Siapa pun dan berapa pun umur yang meninggal, serta bagaimanapun keadaan jenazah, keduanya melakukan upacara noukan dengan lembut dan khidmat. Bersiap untuk melakukan perjalanan terakhirnya menuju kehidupan yang lain, mendiang ‘disucikan’ dan ‘dirias’ menjadi sangat rupawan sehingga keluarga yang ditinggalkan pun berbesar hati untuk melepas kepergiannya.

Judul : Departures (Okuribito)
Sutradara : Yojiro Takita
Penulis Skenario : Kundo Koyama
Pemeran : Masahiro Motoki, Ryoko Hirosue, Tsutomu Yamazaki, Kimiko Yo, Kazuko Yoshiyuki, Takashi Sasano
Musik : Joe Hisaishi
Sinematografi : Takeshi Hamada
Genre : Drama
Durasi : 131 menit
Tayang : 13 September 2008
Distributor : Sochiku Regent Releasing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *