ARTJOG MMXXII: Melatih Kesadaran Pada Alam dan Kehidupan

infoseni.id – Karya seni adalah refleksi, buah perenungan mendalam dari seorang seniman. Perwujudan dari segala perasaan dan pikiran yang berkelindan.

Dari hal-hal abstrak itu, dibuatlah karya yang bisa diraba dan dirasa oleh indra manusia lainnya. Dipahami sebagai karya dan dinikmati sebagai seni. ARTJOG kembali hadir di Jogja National Museum (JNM) pada 7 Juli – 4 September 2022 Di di Jogja National Museum (JNM).

Menelusuri karya-karya seniman di ARTJOG MMXXII, layaknya menyusuri pikiran macam-macam orang. Setiap karya menyuguhkan gagasan yang kaya dan menarik.

Bahkan, mungkin sama sekali tidak pernah kita pikirkan. Terutama karya Christine Ay Tjoe yang pertama kali menyambut pengunjung ARTJOG MMXXII. Tardigrada, sosok hewan purbakala berukuran sekitar 0,5 mm yang pastinya tidak diketahui banyak orang.

ARTJOG MMXXII

Tartigrada mampu menangguhkan metabolismenya ketika situasi lingkungan tidak memungkinkan untuk hidup. Karya yang menggambarkan penghargaan terhadap daya hidup atau resiliensi ini dirancang sedemikian rupa sehingga pengunjung dapat menyentuh, meraba bahkan memeluknya.

“Selama kehidupan masih berjalan kita semua mampu menjadi manusia dan masyarakat yang tangguh seperti karya mbak Christine Ay, penampakan seperti hewan terkuat di dunia,” terang Direktur ARTJOG, Heri Pemad.

Masuk ke dalam ruang pameran, tersaji beragam tema mengenai alam dan manusia. Ada karya yang mengulas kerusakan lingkungan dan kepunahan.

Pemandangan sawah dengan tanah kering kerontang, membuatku membayangkan betapa mengerikan jika alam berhenti memberi penghidupan. Karena manusia sendiri merusak satu-satunya rumah yang dimiliki.

Di sudut ruangan lain, ada juga seniman yang mengolah sampah menjadi karya yang asik untuk dinikmati. Tema lingkungan masih mewarnai perhelatan  ARTJOG MMXXII tahun ini.

ARTJOG MMXXII

ARTJOG membuat kesenian dapat menjadi antarmuka untuk percakapan dan pertukaran pengetahuan, sekaligus instrumen yang mempengaruhi seseorang untuk bertindak.

Karya-karya yang dipamerkan dan rancangan program-programnya kali ini mengusung semangat menemukan sensibilitas kesadaran hidup bersama secara adil dan setara, tidak hanya di antara sesama manusia, tapi juga seisi alam.

Kita diajak untuk berefleksi bersama dan berfikir secara kritis terhadap hidup dan kehidupan ini.

ARTJOG MMXXII kali ini turut melibatkan anak-anak, tidak hanya sebagai pengunjung festival, tapi juga partisipan pameran.

Melalui mekanisme open-call, sebanyak 14 seniman anak dan remaja yang menampilkan karyanya bersama seniman-seniman muda maupun profesional. Selain itu, terdapat pula karya interaktif yang diperuntukkan bagi anak-anak.

Karya seni dengan tampilan yang tidak hanya indah tapi juga menarik untuk anak-anak. Harapannya, interaksi mengenai ruang seni bersama dapat dialami sejak dini.

Di dalam momen pembukaan ARTJOG diumumkan pula seniman yang menerima Young Artist Award ARTJOG MMXII: Arts in Common – Expanding Awareness yang dibacakan oleh seniman Titarubi.

Terdapat 12 seniman yang mendapat nominasi Young Artist Award dengan ragam kriteria penjurian. Penilaian pemenang didasarkan pada kesesuaian tema, eksplorasi medium serta kebaruan dalam teknis dan penyajian.

Terpilih tiga seniman, mereka adalah; Dzikra Afifah (Bandung) dengan karya The Principal within the Hollow – The Bardo – Living Revelation Series; Rizka Azizah Hayati (Yogyakarta) dengan karya Magical Crocodile; dan Timoteus Anggawan Kusno (Yogyakarta) dengan karya Ghost Light.

ARTJOG MMXXII

“Memasuki tahun ini ARTJOG kembali hadir bersama seniman-seniman yang telah bekerja keras menghadirkan karya terbaiknya. Untuk itu secara khusus saya ingin memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seniman yang sudah terlibat tahun ini,” ungkap Direktur ARTJOG, Heri.

Heri berharap dirinya tentu ingin merawat semangat ini, bekerja terus di dalam tema ARTJOG sekarang yang berbicara tentang inklusivitas. Yang menjadi fokus tema ARTJOG pada tahun ini sehingga tema tahun ini yang berbicara tentang kesadaran itu bisa menjadi pijakan bagi pelaksanaan ARTJOG yang akan datang

ARTJOG diselenggarakan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pengunjung diharap telah memenuhi syarat yakni; 1) Berada dalam kondisi sehat dan telah melaksanakan vaksin minimal dua kali untuk dewasa dan satu kali untuk anak usia 6-12 tahun; 2) wajib mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan sebelum masuk galeri, dan menjaga jarak dengan pengunjung lain; 3) Menggunakan aplikasi Peduli Lindungi saat akan masuk ke ruang galeri ARTJOG MMXXII.

Pameran akan dibuka setiap hari pada pukul 10.00-21.00 WIB dan tiket bisa didapatkan langsung di lokasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.