Hadirkan Seniman Malaysia, Pameran Maket Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019 Resmi Dibuka

infoseni.id – Asosiasi Pematung Indonesia (API) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan pameran maket Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019 di Galeri Tiforti Art Space Jogja. Pameran ini akan berlangsung mulai 17 hingga 23 Oktober 2019.

Hadirkan Seniman Malaysia, Pameran Maket Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019 Resmi Dibuka
Hadirkan Seniman Malaysia, Pameran Maket Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019 Resmi Dibuka

Pameran maket ini merupakan salah satu rangkaian pra kegiatan Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019. Untuk memberikan gambaran kepada masyarakat seperti apa karya patung yang akan ditampilkan di perhelatan Jogja Street Sculpture Project (JSSP) #3 mendatang.

Jogja Street Sculpture Project (JSSP) sendiri merupakan acara pameran patung yang diadakan dua tahun sekali. Jogja Street Sculpture Project (JSSP) pertama dilakukan pada tahun 2015 di Mangkubumi dan Jogja Street Sculpture Project (JSSP) kedua dilakukan pada tahun 2017 di Kota Baru area Kridosono.

Menghadirkan 33 karya individu dan kelompok, puncak acara Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019 akan diselenggarakan pada 17 November 2019 di beberapa tempat di Jogja. Tepatnya di Pantai Parangkusumo, Kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta dan dusun Kinahrejo. Sesuai dengan garis imajiner sumbu filosofis Yogyakarta. Dari pantai Selatan hingga Gunung Merapi.

Di area Pantai Gumuk Pasir akan melibatkan 5 kelompok pematung dan 3 seniman pematung perorangan. Di Kota Yogyakarta, di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta melibatkan 4 kelompok pematung dan 11 seniman pematung perorangan. Di Kabupaten Sleman, dusun Kinahrejo (pertigaan Ngrangkah), Cangkringan – Sleman melibatkan 3 kelompok pematung dan 3 seniman pematung perorangan.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Aris Eko Nugroho sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019 didukung dengan dana keistimewaan sekitar 700 juta rupiah. Menurut Aris, pemerintah berusaha untuk memfasilitasi siapapun yang ingin mengadakan kegiatan di Yogyakarta, terutama kegiatan seni.

Acara pembukaan pameran maket Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019 ditandai dengan pemotongan pita oleh Aris, didampingi oleh Ketua API Arsono dan kurator-kurator Jogja Street Sculpture Project (JSSP).

Ketua Panitia Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019 Rosanto Bima Pratama mengatakan, pameran Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019 ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya. Ruang yang digunakan kali ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

Mengusung tema Pasir Bawono Wukir, para seniman diminta untuk tidak hanya menambah keindahan sebuah ruang. Pameran ini juga merupakan wujud dari usaha seniman untuk memantik kesadaran masyarakat terhadap dinamika sosial yang terjadi, terutama di ruang kehidupan mereka.

Kurator Jogja Street Sculpture Project (JSSP) terdiri dari tiga orang yaitu Kris Budiman, Eko Prawoto dan Soewardi. Mereka bertiga meramu konsep kuratorial dan diterjemahkan para pematung Jogja Street Sculpture Project (JSSP).

“Diharapkan ada tafsiran atau pemahaman baru yang lebih hidup. Tempat yang dipilih bukanlah ruang kosong. Ada dimensi, karakter dan makna. Seniman diminta menuangkan gagasan”, ujar Eko Prawoto.

Karya-karya yang akan ditampilkan di Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019 diharapkan menjadi pemantik kreativitas masyarakat. Melalui interpretasi seniman terhadap ruang Pasir Bawono Wukir yang diterjemahkan menjadi karya untuk mesyarakat. Tidak hanya pematung dari Jogja dan Nasional, turut hadir pula karya patung dari seniman Malaysia.

“Peran pematung sangat penting untuk mewujudkan konsep karya yang terintegrasi dengan lingkungan. Pameran maket menjadi penting untuk menakar kreativitas para seniman, sejauh mana hasil patung aslinya nanti. Tema Pasir Bawono Wukir lumayan berat bagi pematung sebab harus merespon garis filosofis Yogyakarta dari selatan, tengah, dan utara. Dari 170-an anggota API terdapat 61 anggota yang mengikuti JSSP #3, baik secara individu maupun kolaborasi,” ujar Ketua API Suarsono dalam sambutan pembukaan pameran maket Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019.

Hadirkan Seniman Malaysia, Pameran Maket Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019 Resmi Dibuka
Hadirkan Seniman Malaysia, Pameran Maket Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019 Resmi Dibuka

Selain pameran karya di ruang publik, Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019 akan menyajikan rangkaian acara seminar Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019, workshop, bincang seniman, pertunjukan di ruang publik, lomba foto instagram, lomba review Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019 di blog, serta sculpture performing art.

Diharapkan Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2019 ini juga akan menarik minat wisatawan dalam dan luar negeri, terutama di kawasan Gumuk Pasir dan Merapi. Juga akan ada kerjasama dengan masyarakat sekitar dengan memberikan edukasi mengenai pembuatan merchandise khas daerah masing-masing.

Kegiatan Jogja Street Sculpture Project (JSSP) ini selalu mendapat dukungan dari masyarakat setempat, karena memang selalu dilakukan dialog terlebih dahulu kepada semua pihak yang terlibat. Supaya setiap acara berlangsung dengan baik dan tertib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *