Buka Pameran ABALAKUSWA, Kraton Jogja Gelar Tari Golek Menak Untuk Umum

infoseni.id – Acara pembukaan pameran “ABALAKUSWA” Hadibusana Keraton Yogyakarta, Sabtu (7/3) malam, berlangsung meriah. Pameran ini merupakan serangkaian acara peringatan Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X yang tahun ini menginjak tahun ke 32 berdasar hitungan kalender Jawa, atau tahun ke 31 berdasar hitungan kalender Masehi.

ABALAKUSWA merupakan sebuah kata yang berarti rangkaian busana kebesaran. ABALAKUSWA dipilih sebagai ruh utama karena busana merupakan salah satu saksi rekam jejak sejarah perjalanan Kraton Jogja. Busana bukan hanya sekadar apa yang dikenakan di tubuh saja. Busana juga menjadi ruang ekspresi politik bagi setiap periode kekuasaan Raja. Bahkan, para bangsawan pun menggunakan busana sebagai penentu identitas dan strata sosial mereka.

Pembukaan Pameran Kraton Jogja

Pembukaan Pameran ABALAKUSWA yang bertepatan dengan hari kenaikan takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X ini menampilkan berbagai koleksi busana yang dimiliki Kraton Jogja. Salah satunya adalah batik penuh filosofi yang dimiliki Kraton Jogja. Hal ini penting karena batik menjadi karya agung Kraton Jogja. Di Kraton, terdapat motif tanda kebesaran seorang raja, salah satunya Parang Rusak Barong. Jadi, penting kiranya untuk datang ke pameran ini, sebab penyelenggara ingin mengenalkan Kraton Jogja lebih luas lagi.

“Dengan adanya pameran dan serangkaian acara lain ini, harapannya bisa mengenalkan Kraton Jogja kepada masyarakat lebih luas lagi dan dapat menyelami kebudayaan asli”, tutur GKR Hayu saat memberi sambutan dalam acara pembukaan pameran ABALAKUSWA di Bangsal Pagelaran Kraton Jogja.

Acara pembukaan pameran ABALAKUSWA semalam dihadiri oleh keluarga raja, kerabat-kerabat raja, dan masyarakat umum. Mereka disuguhi pentas tari yang menjadi salah satu daya tarik pembukaan pameran ini. Pembukaan pameran ABALAKUSWA dimeriahkan dengan pertunjukkan tari Fragmen Golek Menak dengan Lakon “Jayengrana Jumeneng Nata”.

Pembukaan Pameran

Semalam adalah malam yang istimewa. Untuk kali pertama tarian ini dipentaskan Kraton Jogja, sebab naskah tari ini baru diserahkan Inggris pada Kraton Jogja setahun silam. Tentu, tari ini sarat akan cerita.

Fragmen Golek Menak lakon “Jayengrana Jumeneng Nata” mengisahkan tentang Amir Ambyah, putra dari Adipati Mekkah. Amir Ambyah merupakan nama kecil dari Tiyang Agung Jayengrana yang sewaktu belia dikenal nakal. Menginjak usia remaja, Amir Ambyah dibersamai Umarmaya dan Maktal menggembara dan menyebarkan agama suci. Hingga ia menemukan Kuda Kalisahak, peninggalan dari Nabi Iskak.

Amir Ambyah merupakan seseorang yang taat beragama. Ia bercita-cita menyebarkan agama suci ke seluruh Penjuru Negeri. Caranya dengan menaklukkan kerajaan-kerajaan lainnya, diantaranya Kaos dan Koparman yang dikenal menentang masuknya ajaran agama suci. Namun, Amir Ambyah mampu untuk menaklukkan kedua kerajaan ini sehingga kehebatan Amir Ambyah semakin diakui.

Setelah pertunjukkan Fragmen Golek Menak Lakon “Jayengrana Jumeneng Nata”, pameran dibuka langsung oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan simbol pemotongan bunga. Selepasnya, Sri Sultan Hamengkubuwono beserta tamu undangan lainnya mengelilingi ruang pameran yang baru saja dibuka.

Pembukaan Pameran Kraton

Pameran ABALAKUSWA akan dibuka mulai tanggal 8 Maret 2020 hingga 4 April 2020. Pameran ini buka setiap Senin sampai Kamis pukul 09.00-16.00, serta Jumat sampai Minggu pukul 09.00-21.00. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp.5000,- saja untuk menikmati suguhan pameran yang luar biasa.

Pameran ABALAKUSWA tidak hanya sebatas memamerkan berbagai koleksi saja. Namun, nantinya akan ada berbagai kegiatan lain yang sayang untuk dilewatkan. Akan ada diskusi ilmiah dan berbagai workshop yang dikemas menarik dan aktraktif. Kraton Jogja kini mencoba terobosan baru, mendekatkan Kraton Jogja pada khalayak yang lebih luas.

“Kini Karaton sedang menata diri memasuki Era Digitalisasi. Demikian juga terhadapwarisan busana berikut naskah-naskahnya, agar terbaca dan dikenal oleh generasi millennial”, ungkap Sri Sultan Hamengkubuwono X saat menyampaikan sambutannya. Jadi, kapan kamu datang kemari?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *