Film Drug King: Hadirkan Dua Sisi Manusia Lewat Sang Raja Narkoba

infoseni.id – Metamfetamin atau yang lebih dikenal dengan sabu-sabu banyak digunakan oleh pemerintah Jepang untuk kepentingan militer saat perang pasifik. Sabu-sabu ini banyak digunakan oleh tentara Jepang agar tidak takut ketika menghadapi musuh-musuh Jepang di medan perang. Selain itu, banyak pekerja pabrik turut menggunakannya agar mereka dapat bekerja tanpa henti dan tidak kenal lelah.

Memang, sabu-sabu ini memiliki efek hebat pada tubuh penggunanya. Tubuh akan merasa bertenaga, perasaan bahagia, dan tidak kenal takut. 

The Drug King Netflix

Seusai perang pasifik,pemerintah Jepang melarang peredaran sabu-sabu ini. Hal ini membuat pengedar narkoba di Jepang mulai beralih ke pasar Korea. Kota terdekat yang menjadi sasaran pengedar narkoba Jepang adalah Busan. Berlatar pada tahun 1970an saat pemerintah Jepang membuka banyak pabrik di Busan dan dorongan Korea melakukan ekspor disitulah masa keemasan sabu-sabu ini.

Lee Doo Sam seorang yang sudah lama terjun dalam bisnis ilegal melihat peluang untuk mengedarkan sabu-sabu. Bermula sebagai penyeludup jam tangan membuat dia belajar bagaimana ia harus menjual barang-barang tersebut. Sempat ditangkap oleh KCIA dan dijebloskan ke dalam penjara tidak membuat dia putus asa. Ia malah berkembang semakin licik dan semakin cerdik dengan mengambil peluang mengedarkan sabu-sabu.

Tak tanggung-tanggung untuk mencapai keinginannya menjual sabu-sabu, ia menggaet seorang profesor peracik sabu terkenal untuk memproduksi sabu-sabu yang ia jual. Tak berhenti sampai situ ia juga belajar membuat sabu-sabu tersebut dan memasaknya dengan merk “Made in Korea”.

Semakin besar ambisinya untuk menguasai pasar, semakin kuat pula koneksinya. Dibantu oleh Kim Ju Ah, Lee Doo Sam menjalin koneksi dengan para pejabat dan orang kaya yang ada di Korea. Tak hanya sebatas orang “dunia atas” Korea, gangster-gangster di Korea dan Jepang turut menjadi koneksinya dalam mengedarkan sabu-sabu. 

Dicintai oleh rakyat karena membangun Korea tetapi sekaligus dibenci karena seorang bandar narkoba. Itulah yang berhasil ditunjukan oleh Song Kang-ho dari peran yang dimainkannya.

Memiliki pencitraan yang bersih diluar dengan memalsukan bisnis sabu-sabu ya dengan bisnis lainnya. Membuat Lee Doo Sam yang diperankan oleh Song Kang-ho memiliki dua sisi manusia. Baik dan buruk itulah dua sisi manusia yang berhasil ditampilkan dalam film ini. Baik hati dan berjiwa patriotis tetapi sekaligus licik dan tamak. Hal yang ada dipikirannya adalah uang.

Sayangnya seperti kata Kim Jung A dalam film ini “Ini (uang) tidak bisa membeli dunia”. Seseorang mulai mengendus keganjilan. 

Layaknya batu yang terus bergulir, pasti suatu saat akan berhenti juga. Seorang Jaksa yang bernama Kim In Goo baru saja dimutasi ke Busan. Kim In Goo mengendus ketidakwajaran dari bisnis dan kekayaan yang dimiliki oleh Lee Doo Sam. Ia juga mulai mencurigai dan mengejar dalang di balik penjualan sabu-sabu yang marak di Busan karena tidak hanya digunakan oleh orang-orang kaya tetapi sampai lapisan terbawah.

Kim In Goo bertekad untuk menangkap dalang di balik sabu-sabu “Made In Korea” ini dan ia tidak akan menyerah hingga dalang dibalik sabu-sabu “Made In Korea” ini tertangkap sampai ke akarnya. 

Judul : The Drug King
Sutradara dan penulis skenario: Wo Min-ho
Produser : Kim Jin-woo
Pemeran : Song Kang-ho, Jo Jung-suk, Bae Doona
Sinematografi : Go Nak-seon
Genre : Drama, Crimes
Durasi : 139 menit
Tayang : 19 Desember 2018
Distributor : Showbox (Korea Selatan), Netflix (worldwide)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *