Membludak, SIPA 2019 Sediakan 5000 Kursi Untuk Penonton

Semalam Solo International Performing Arts (SIPA) 2019 berlangsung dengan sukses. Acara yang berlangsung selama 3 (tiga) hari dari tanggal 5 hingga 7 September 2019 di Benteng Vastenburg, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Surakarta ini tampil menakjubkan.

“SIPA sudah menjadi event internasional kebanggaan masyarakat Solo. Kita selalu melakukan evaluasi agar gelaran ini semakin baik dari tahun ke tahun. Berkat konsistensi kita bersama, event ini bisa terus berjalan hingga sekarang”, ujar Ketua Panitia SIPA Irawari Kusumorasri, Jumat (6/9).

Solo International Performing Arts (SIPA) 2019
Solo International Performing Arts (SIPA) 2019

Mengusung tema “Art as Social Action” pertunjukkan Solo International Performing Arts (SIPA) 2019 tampil dengan megah, mewah dan spektakuler di atas panggung besar sepanjang 33,7 meter. Benteng Vastenburg, bangunan heritage yang menjadi latar panggung semalam disulap sedemikian megah agar atmosfer eksotis hadir selama pertunjukkan berlangsung.

Memasuki hari kedua, pengunjung Solo International Performing Arts (SIPA) 2019 dimanjakan dengan penampilan sejumlah seniman, dalam dan luar negeri. Antara lain Century Contemporary Dance Company dari Taiwan, Padepokan Seni Budaya Duta Seni Krakatau Steel dari Cilegon (Banten), Himask dari Korea Selatan dan Labor Seni Terasuluh dari Aceh.

Kemudian tampil Yamato Dance Unit dari Jepang, Billy Aldi dari Solo, AUE Dance Co dari New Zealand, FierArt Dance Group ISBI Bandung dan Kemlaka Sound of Archipelago dari Solo. Semua tampil bergantian sejak pukul 19.00 hingga 23.00 WIB.

Tema ‘Arts As a Social Action’ mengandung makna bahwa seni sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial di Indonesia. Seni pertunjukan yang disajikan di panggung Solo International Performing Arts (SIPA) 2019  tak hanya untuk dinikmati. Tetapi juga menyampaikan isu-isu krusial dalam kehidupan sosial.

Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo mengatakan, Solo International Performing Arts (SIPA) 2019  telah memberi dampak positif bagi perkembangan seni pertunjukan di Indonesia. Event ini dapat menjadi daya tarik para wisatawan untuk hadir ke Indonesia, khususnya Kota Solo. Dari sisi ekonomi, ini juga memberi keuntungan bagi masyarakat setempat.

“Event ini telah mendatangkan banyak wisatawan ke Solo, baik nusantara maupun mancanegara. Banyak bisnis yang diuntungkan, antara lain perhotelan dan rumah makan. Dampak ekonomi tersebut yang memang kita harapkan dari setiap event yang digelar di Solo”, imbuhnya.

Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event (CoE) Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty mengapresiasi komitmen pemerintah kota Solo serta panitia Solo International Performing Arts (SIPA) untuk terus konsisten menyelenggarakan kegiatan ini. “SIPA merupakan salah satu dari 2 event dari kota Solo yang masuk dalam 100 Wonderful CoE Kemenpar 2019”, jelas Esthy.

“Sektor pariwisata masuk urutan kedua dalam memberikan kontribusi devisa ke Indonesia. Dengan diselenggarakannya SIPA 2019, mudah-mudahan dapat memberi peningkatan nilai ekonomi untuk kota Solo. Khususnya melalui seni pertunjukan yang dapat menjadi salah satu daya tarik wisata yang potensial”, lanjutnya.

Apresiasi serupa juga diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurut Arief, event seperti Solo International Performing Arts (SIPA) bukan hanya mampu menghadirkan sesuatu yang menghibur bagi masyarakat, tetapi juga turut melestarikan seni budaya.

“Indonesia sangat kaya akan seni dan budaya. Setiap daerah memiliki ciri masing-masing. Dan di SIPA, seni dan budaya daerah mendapatkan ruang untuk mengaktualisasi diri. Para pelaku seni bisa berekspresi dan berinovasi. Ini menjadikan budaya daerah bukan hanya lestari, tetapi juga berkembang,” paparnya.

Solo International Performing Arts (SIPA) 2019
Solo International Performing Arts (SIPA) 2019

Solo International Performing Arts (SIPA) 2019 masih akan berlangsung hingga 7 September 2019 di Benteng Vastenburg, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Surakarta. Acara spektakuler ini akan menampilkan para seniman dari berbagai belahan dunia mulai pukul 19.00 WIB hingga 23.00 WIB.

“Panitia menyediakan 5000 kursi untuk penonton”, tegas Irawari Ketua Panitia SIPA.

“Sebelas tahun perhelatan Solo International Performing Arts (SIPA), menjadi bukti eksistensi gelaran tersebut. Selain kemasan acara yang makin spektakuler, seniman yang terlibat pun kian beragam. Demikan pula animo penonton. SIPA menjadi event yang selalu ditunggu setiap tahun”, ungkap Irawari menutup sesi wawancara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *