Simposium Kraton Jogja, Menyatukan Vegetasi dalam Data dan Naskah Pusaka

Simposium Kraton Jogja, Menyatukan Vegetasi dalam Data dan Naskah Pusaka
International Symposium on Javanese Culture 2023. dok Youtube Kraton Yogyakarta

Kraton Jogja kembali mengadakan gelaran ilmiah di bulan Maret ini. Datang dari berbagai ragam keahlian dan usia, tahun ini para peneliti mengulik vegetasi dan pusaka. Satu penelitian melengkapi atau menguatkan penelitian lain dalam mengenal makna dan fungsi vegetasi dalam menjaga kelestarian akan dan tradisi di kraton Yogyakarta yang diangkat sebagai tema.

Memaknai Pohon Beringin Lebih Dalam

Simposium internasional ini mempertemukan masa lalu dan masa kini dalam satu waktu yang sama. Salah satu bahasan yang berkali-kali diulik adalah pohon beringin, yang saat ini masih berdiri kokoh di alun-alun Kraton Yogyakarta. Bukti pustaka yang dibuka berupa serat atau naskah lama dibuka oleh ahli sejarah. Pohon ini sudah ada dan digambar jelas di dalam catatan, bukan hanya tersebar lewat cerita lisan.

Berdasarkan berbagai penggambaran naskah pusaka, seluruh jenis pohon yang ada di Kraton Yogyakarta memiliki makna filosofis. Pohon beringin tentu termasuk di dalamnya. Pohon ini menyimbolkan pengayoman raja kepada rakyatnya.

Bahkan pohon beringin yang ada di alun-alun utara Kraton Yogyakarta memiliki sejarah panjang, karena bibitnya berasal dari Kerajaan Majapahit dan Pajajaran. Kedua pohon beringin di lokasi tersebut juga diberikan nama dan diberikan ritual khusus secara rutin, seperti perawatan ranting.

Usaha pihak keraton mempertahankan pohon-pohon beringin ini sesuai tuntunan naskah kemudian dikulik lebih jauh lewat analisis data. Hasilnya, beringin mampu menjadi salah satu vegetasi yang dapat memitigasi pemanasan global.

Melalui tanaman ini dan empat jenis lainnya yang banyak ditanam di area keraton, stok karbon yang tersimpan dapat mencapai 46 ton per-hektar. Angka ini tentu saja berperan dalam menahan jumlah karbon di udara bebas yang dapat menaikkan suhu di bumi.

Upaya Kraton Jogja Jaga Pusaka dan Vegetasi di Dalamnya

Sri Sultan Hamengku Buwono X pidato Kraton Jogja
HB X dalam Simposium Internasional. Dok. Youtube Kraton Jogja

Tentu tak berhenti pada satu jenis tumbuhan, ada banyak jenis lain yang memainkan peran dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di Jogja. Dalam satu serat, setidaknya ada belasan hingga puluhan vegetasi yang ditulis ataupun digambar, dan kini dipertahankan keberadaannya.

Bahkan untuk urusan vegetasi, Sultan Hamengku Buwana X menjelaskan secara langsung, Kraton Yogyakarta memiliki kebun pembibitan tersendiri di Kabupaten Bantul guna mengganti vegetasi yang mungkin rusak atau mati. Hal ini disampaikan ketika menyampaikan pidato singkatnya dalam penutupan acara simposium ini.

Lanjutnya, vegetasi yang sengaja disiapkan di kebun berasal dari bibit pohon yang saat ini ada di area keraton sebagai upaya memurnikan sumber pohon tersebut. Hal ini menjadi tanda, bahwa kraton juga sangat memedulikan alam dan menghidupkan sejarah yang telah tertanam.

Kegiatan simposium ini sendiri sudah rutin dilakukan selama lima tahun terakhir dalam rangkaian Tingalan Jumenengan Dalem Sultan Hamengku Buwana X, atau peringatan hari jadi bertahtanya raja di Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Mengambil tema vegetasi, selama dua hari seluruh karya tulis mengenai vegetasi baik di area keraton maupun Jogja dibahas dalam berbagai pendekatan.

Dua belas penelitian membahas catatan dan bukti sejarah berupa vegetasi yang ada. Pendekatan sejarah, teknologi, pendidikan, pertanian, hingga filosofi hadir untuk saling melengkapi dan membuka kemungkinan adanya pembahasan penelitian selanjutnya.

Para peneliti yang terlibat di acara ini telah menjalani proses panjang sejak bulan November lalu, dimulai dari pengumpulan abstrak, seleksi, workshop dengan para ahli di bidang yang sesuai, hingga presentasi di depan audiens yang datang dari dalam dan luar negeri.

rizkaita

rizkaita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *